Ubahlah
pikiranmu, niscaya hidupmu berubah.
Ubahlah perasaan
dan pengetahuanmu, niscaya
hidupmu berubah.
Perasaan dan Perilaku
Pertanyaan
yang muncul; bagaimana cara kita mengendalikan diri?
Kita mengendalikan diri dengan cara mengendalikan pikiran.
Ketika kekuatan pikiran perlahan-perlahan berkurang, kekuatan perasaan
perlahan-perlahan ikut berkurang. Bagaimana kita bisa cepat melakukan itu?
Posisikan tantangan ditempat yang sebenarnya. Jangan
ketahui sesuatu melebihi ukurannya. Jika anda dibuat marah oleh seseorang
karena suatu hal, jangan katakan, “Aku marah pada si Fulan.” Sebab, sebenarnya
anda marah pada perilaku yang muncul dari orang tersebut. Jadi, tentukan dengan
baik sesuatu yang membuat anda marah. Sebab, akal akan berinteraksi dengan
pikiran yang anda tentukan.
Selanjutnya, perasaan akan keluar mengikuti pikiran
yang anda tentukan. Selama perasaan sesuai dengan pikiran, anda dapat lebih
cepat dan mudah menyikapinya. Pikiran anda yang berlebihan menghasilkan
perasaan yang berlebihan pula. Jika seseorang berkata, “Aku sedih,” maka
pikiran ini berada ditempat, waktu, materi, dan kekuatan. Keempat perkara ini
berada di suatu tempat yang disebut quantum.
Dialah yang mengendalikan pikiran manusia.
Anda membuat masalah bagi diri anda sendiri ketika
mengatakan: Aku sedih; aku lemah ingatan; aku gagal. Atau, ketika anda
mengatakan “aku” dan menggandenganya dengan stigma negatif. Sebab, akal
menganggap itu keyakinan.
Salah seorang pakar di Universitas Harvard
mengatakan, “Sesuatu yang anda katakana pada diri anda sendiri berubah menjadi
keyakinan … Ubahlah keyakinan anda, niscaya hidup anda berubah.” Ubahlah
pikiran anda, niscaya hidup anda berubah. Ubahlah perasaan dan pengetahuan
anda, niscaya hidup anda berubah. Semua ini bersumber dari pengetahuan,
kemudian berubah menjadi pikiran yang memiliki makna. Setelah itu, menjadi
konsentrasi, lalu melahirkan perasaan yang mengarahkan perilaku. Dan, perilaku
berdampak nyata. Jika anda ingin mengubah kenyataan anda, ubahlah pengetahuan
anda. Sebab, anda menggunakan pikiran dan memberinya kekuatan, serta mengerahkan
tenaga dan waktu.
Semua itu harus menuju arah yang benar, yaitu yang
bisa memperbaiki kesehatan dan menggapai impian anda. Jadi, setiap orang harus
tahu bahwa didalam dirinya terdapat kemampuan yang tidak terbatas. Selain itu,
ia harus mengetahui bahwa dirinya punya tujuan, juga penyebab utama hasil yang
didapatkan.
Pikiran dan pengetahuan anda menentukan
kenyataan dan hasil yang anda dapatkan.
Banyak pemuda pengangguran mengeluh tidak mendapatkan pekerjaan selepas kuliah. Pertanyaannya, mengapa lebih memperhatikan aspek negatif? Mengapa tidak melihat sisi yang mencerahkan.
Tentu saja perlu perjuangan keras untuk mendapatkan pekerjaan. Jangan berputus asa, dan jangan pula mundur sebelum bertarung. Barangsiapa terus mengetuk pintu, sebentar lagi akan dibuka. Kemenangan dan keberhasilan bisa terwujud dengan kesabaran.
Kita sedang bicara soal sumber dan penyebab perasaan, yaitu pengetahuan, imajinasi, dan ingatan. Ketiganya saling berhubungan satu sama lain. Tidaklah mungkin anda mengkhayalkan sesuatu tanpa mengetahuinya. Tidak mungkin pula anda mengenang sesuatu tanpa membayangkannya.Pengetahuan anda tentang sesuatu memberinya makna. Makna melahirkan perasaan, dan pada gilirannya mengarahkan perilaku. Sebagaimana dikatakan didepan, pengetahuan anda tentang perasaan merupakan langkah awal untuk mengubah perasaan itu sendiri.
Semua yang anda katakan pada diri anda lebih dari sekali, apalagi diikat dengan perasaan, akan menjadi keyakinan.Jika anda ulang-ulang, hal itu akan menjadi program yang tertanam kuat dan sewaktu-waktu muncul secara spontan. Itulah salah satu jenis adaptasi saraf. Itulah mekanisme terbentuknya kebiasaan seseorang. Semua yang anda lakukan semula pasti sulit. Selanjutnya, menjadi mudah. Jika dilakukan berulang-ulang, ia akan menjadi spontanitas, lalu berubah menjadi kebiasaan.
Atas dasar itu, kita bisa bicara soal kebiasaan positif dalam hidup ini. Jika anda berbicara pada diri sendiri dengan cara positif, lalu anda munculkan dalam diri anda rasa senang dan optimis, lama-lama akan menjadi kebiasaan positif. Anda bisa memanfaatkannya diwaktu yang cocok. Karena itu, berulang-ulang saya tegaskan bahwa membersihkan masa lalu itu penting sekali. Dengan begitu, seseorang akan mengetahui file akal, pikiran, konsentrasi, perasaan dan perilakunya. Ia akan mulai melakukan perubahan dari pengetahuan itu. Jika anda tidak mengetahui pikiran anda, pikiran itu akan bergerak menuju konsentrasi, kemudian melahirkan perasaan-perasaan yang berhubungan dengannya. Selanjutnya, perasaan itu memunculkan perilaku. Jika begitu, berarti anda membiarkan peran otak anda menghalangi kemaslahatan anda. Namun, dengan sekadar mengetahui, anda akan menolak pikiran yang menghalangi anda menggapai impian anda. Atau, menghalangi anda dari memperbaiki kondisi kesehatan anda dan hubungan anda dengan orang lain. Dengan begitu, anda akan terputus dari pengalaman negatif, lalu tersambung dengan pengalaman positif.
Dikutip dari buku "Dahsyatnya Berperasaan Positif"
Penulis: Dr. Ibrahim Elfiky

Tidak ada komentar:
Posting Komentar