Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Ketika
sebuah amanah terkhianati, maka akan tergores sakit hati yang amat dalam. Itulah
yang dia rasakan setelah aku mengkhianati kepercayaannya padaku. Dan pada malam
itu juga dia memutuskan hubungan yang telah terbina selama satu tahun lamanya
melalui sebuah pesan singkat. Aku tak bergeming, ku tarik nafas dalam-dalam
lalu menghembuskannya secara perlahan. Aku mencoba untuk menghubunginya namun
panggilanku diacuhkan bahkan direject olehnya.
Teeeet
teeeeet teeeeet, sebuah pesan masuk dihp ku.
“Tidak
usah menghubungiku. Kita berteman sekarang. Aku harap kau bias menemukan
seseorang yang lebih baik dariku.”. Air mata yang dari tadi telah jatuh kini
makin bertambah derasnya. Aku sungguh tak kuasa. Lalu kubalas pesannya,
“Maafkan aku, maaf. Aku akan memperbaiki hubungan kita jika kau mau
memberikanku kesempatan satu kali lagi. Aku mohon.” balasku dengan air mata
yang tak henti-hentinya mengalir. Beberapa lama
kemudian balasan pesan darinya kembali masuk, “Tidak usah berjanji sebab
bukan janji yang aku butuhkan, melainkan bukti. Jika kamu memang benar-benar
mencintaiku, buktikan itu.”
Malam
semakin larut saja. Aku hanya terdiam dalam pembaringanku. Tak terasa, pipi
yang telah mongering kembali basah oleh air mataku. Aku kembali teringat akan
dosa besar yang telah aku perbuat malam ini. DASAR PENGKHIANAT…!!! Kata-kata
itu selalu mengaung-ngaung ditelingaku. Ku coba untuk tenangkan diri dan juga
pikiranku. Perlahan kedua bola mataku mulai tertutup dan pikiranku pun mulai
melayang.
Jam
setengah 3, aku kembali terbangun dan baru sadar kalau tidurku hanya setengah
jam saja. Aku kembali gelisah. Tak ayal, hp ku yang berada tak jauh dari
kepalaku langsung kuraih dan kembali aku mengirimkan pesan pada seseorang yang
telah aku khianati.
“Maafkan
aku. Sungguh maafkan aku.” tulisku dengan air mata yang kembali berlinang. Aku
merasa tersiksa dengan perasaan bersalahku ini. Sungguh
Keesokan
harinya, aku terbangun dengan syukur yang tiada tara. Tuhan masih memberikanku
kesempatan tuk menikmati hari ini. Walau terasa hampa, walau terasa berat namun
aku yakin pasti ada jalan. Meskipun dengan mengingat kesalahan yang telah aku
lakukan padanya, kesalahan yang amat besar yang membuatku kembali lemah tak
berdaya namun aku mencoba tuk bertahan. Aku ingin memperbaiki semuanya. Itulah
tekadku…!!!
Mulia
dari pagi itu aku menyadari bahwa ternyata jika seseorang telah memberikan kita
sebuah kepercayaan atau amanah, kita tak boleh menyepelekan kepercayaan itu.
Sebab, kepercayaan itu mahal harganya. Susah untuk mengembalikan suatu
kepercayaan jika kita telah mengkhianati kepercayaan itu.
Keep Istiqomah & Keep Smile ^_^
Wassalam…
Keep Istiqomah & Keep Smile ^_^

