Senin, 27 Februari 2012

Sebuah Pengkhianatan


Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Ketika sebuah amanah terkhianati, maka akan tergores sakit hati yang amat dalam. Itulah yang dia rasakan setelah aku mengkhianati kepercayaannya padaku. Dan pada malam itu juga dia memutuskan hubungan yang telah terbina selama satu tahun lamanya melalui sebuah pesan singkat. Aku tak bergeming, ku tarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan. Aku mencoba untuk menghubunginya namun panggilanku diacuhkan bahkan direject olehnya.
Teeeet teeeeet teeeeet, sebuah pesan masuk dihp ku.
“Tidak usah menghubungiku. Kita berteman sekarang. Aku harap kau bias menemukan seseorang yang lebih baik dariku.”. Air mata yang dari tadi telah jatuh kini makin bertambah derasnya. Aku sungguh tak kuasa. Lalu kubalas pesannya, “Maafkan aku, maaf. Aku akan memperbaiki hubungan kita jika kau mau memberikanku kesempatan satu kali lagi. Aku mohon.” balasku dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir. Beberapa lama  kemudian balasan pesan darinya kembali masuk, “Tidak usah berjanji sebab bukan janji yang aku butuhkan, melainkan bukti. Jika kamu memang benar-benar mencintaiku, buktikan itu.”
Malam semakin larut saja. Aku hanya terdiam dalam pembaringanku. Tak terasa, pipi yang telah mongering kembali basah oleh air mataku. Aku kembali teringat akan dosa besar yang telah aku perbuat malam ini. DASAR PENGKHIANAT…!!! Kata-kata itu selalu mengaung-ngaung ditelingaku. Ku coba untuk tenangkan diri dan juga pikiranku. Perlahan kedua bola mataku mulai tertutup dan pikiranku pun mulai melayang.
Jam setengah 3, aku kembali terbangun dan baru sadar kalau tidurku hanya setengah jam saja. Aku kembali gelisah. Tak ayal, hp ku yang berada tak jauh dari kepalaku langsung kuraih dan kembali aku mengirimkan pesan pada seseorang yang telah aku khianati.
“Maafkan aku. Sungguh maafkan aku.” tulisku dengan air mata yang kembali berlinang. Aku merasa tersiksa dengan perasaan bersalahku ini. Sungguh
Keesokan harinya, aku terbangun dengan syukur yang tiada tara. Tuhan masih memberikanku kesempatan tuk menikmati hari ini. Walau terasa hampa, walau terasa berat namun aku yakin pasti ada jalan. Meskipun dengan mengingat kesalahan yang telah aku lakukan padanya, kesalahan yang amat besar yang membuatku kembali lemah tak berdaya namun aku mencoba tuk bertahan. Aku ingin memperbaiki semuanya. Itulah tekadku…!!!
Mulia dari pagi itu aku menyadari bahwa ternyata jika seseorang telah memberikan kita sebuah kepercayaan atau amanah, kita tak boleh menyepelekan kepercayaan itu. Sebab, kepercayaan itu mahal harganya. Susah untuk mengembalikan suatu kepercayaan jika kita telah mengkhianati kepercayaan itu. 
Keep Istiqomah & Keep Smile ^_^
                  Wassalam…

Minggu, 26 Februari 2012

Posisi Tidur Ala Rasulullah SAW

Jam-jam tidur setiap manusia berbeda-beda, tergantung frekuensi kegiatan dan jam-jam sibuk orang itu. Akan tetapi ada waktu, dimana tidur akan membawa mimpi buruk, karena pada saat itu terjadi perpindahan suasana, seperti pada waktu shalat shubuh atau waktu ashar (sore hari).

Selain dosis tidur yang melebihkan, posisi tidur pun mempunyai andil besar dalam menjaga vitalitas kesehatan tubuh. Dalam hal ini Ibnu Qayyim Al-Jauziah dalam bukunya metode pengobatan nabi. Mencatat beberapa hal tentang tidur membahayakan bagi kesehatan.

Posisi Tidur terlentang dan menelengkup
Dalam riwayat yang direkam Abu Umamah dalam Musnad dan Sunan Ibnu Majah menyebutkan bahwa nabi pernah lewat di hadapan seorang lelaki yang sedang tidur menelengkup maka beliau menyepaknya dengan kaki beliau sambil bersabda: “bangun dan duduklah! Inilah tidurnya para ahli neraka!”.

Hippocrates menambahkan sikap tidur ini dalam bukunya at-taqdimah yang menyebutkan: “kalau seorang yang sakit tidur menelungkup, padahal pada waktu sehat ia tidak terbiasa tidur demikian. Itu menunjukkan otaknya tidak beres, atau memang ada penyakit di sekitar perutnya.

Waktu Tidur Yang Dianjurkan
Terkait dengan waku tidur, disinyalir bahwa tidur siang menimbulkan penyakit akibat kelembaban tubuh, semisal merusak pigmen tubuh, menyebabkan penyakit empedu, menyebabkan kemalasan dan melelahkan syahwat.

Dalam hal ini, tidur siang digolongkan menjadi tiga macam: khuluq, khuruq, dan humuq.
1. khuluq adalah tidur di tengah hari. Disebut khuluq (ahklak) karena itu adalah kebiasaan Rasulullah SAW.
2. khuruq adalah (perusak) adalah tidur di waktu dhuha.
3. humuq (kebodohan) adalah tidur di waktu ashar.

Seorang ahli syair mengatakan: “sesungguhnya tidur di waktu dhuha adalah dapat menyebabkan kemalasan bagi para pemuda, tidur ashar dapat menimbulkan gila”.

Lokasi Tidur yang berbahaya
Tidur dibawah sengatan matahari juga dapat memicu timbulnya penyakit terpendam. Tidur antara sinar matahari dengan tempat teduh juga tidak baik. Diriwayatkan dari Abu Daud dalam sunan-nya dari hadist Abu Hurairah, ia menceritakan: Rasulullah SAW bersabda: “kalau salah satu diantara kalian berada dibawah matahari, tiba-tiba terkena teduh sehingga sebagian tubuhnya di bawah sinar matahari dan sebagian lagi ditempat teduh maka hendaknya ia bangkit”.

Secara logis hal ini mudah dipahami, karena cahaya matahari menyebabkan berbagai penyakit seperti tekanan panas klenger (sunstroke), kejang otot (kram), dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang timbul karena cahaya matahari ini memiliki aneka ragam ciri dan gejala, yang untuk lebih detailnya memerlukan penjelasan sendiri.

Masih dari buku Metode Pengobatan Rasulullah SAW Ibnu Qayyim Al-Jauziah bahwa tidur mempunyai dua faedah besar.

1. Mengistirahatkan seluruh anggota tubuh sehingga terbebas dari rasa lelah, panic indera juga merasa nyaman, terlepas dari kerja berat saat terjaga dan melenyapkan segala kepenatan ada.

2. Sempurnanya metabolisme makanan dan proses pembakaran. Karena panas alami tubuh pada saat tidur menggelegak keseluruh tubuh sehingga membantu proses tersebut. Dengan demikian secara lahiriah, tubuh menjadi dingin. Dan karena ini pula orang yang tidur cenderung membutuhkan selimut.

Berkenaan dengan cara tata cara tidur, Rasulullah bersabda yang diriwayatkan oleh bukhari dan muslim dari bara’ bin azib: “bila kamu akan mendatangi tempat tidur maka berwudhulah seperti wudhu yang kamu laksanakan ketika akan shalat, kemudian berbaringlah diatas bagian tubuh sebelah kanan, lalu ucapkanlah: “ya Allah! Kuserahkan diri kepada-Mu, kuhadapkan waktu kepada-Mu, kuserahkan persoalan kepada-Mu, kuserahkan punggungku kepada-Mu. Tidak ada rempat bersandar dan tempat menyelamatkan diri dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan nabi yang Engkau utus!”.

Rahasia medis dari posisi Rasulullah telah di ungkapkan para ilmuan.
Diantara disebutkan bahwa posisi tidur dengan berbaring ke sebelah kanan berefaedah membantu pencernaan, mengistirahatkan kerja jantung, melemaskan, dan membebaskan anggota tubuh.

Tidur yang paling efesien adalah berbaring ke sebelah kanan agar makanan bisa berada pada posisi yang ‘pas’ dalam lambung yang mengendap secara proposional. Karena lambung cenderung miring ke sebelah kiri sedikit. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengalir ke lever, baru kemudian di lanjutkan dengan berbaring ke sebelah kanan saja agar cepat tersuplai dari lambung.

Jadi berbaring ke sebelah kanan dilakukan di awal tidur dan di akhir tidur. Terlalu banyak berbaring ke sebelah kiri membahayakan jantung dan menyebabkan seluruh organ mengarah ke jantung, sehingga banyak unsur tubuh yang menyerang jantung.

Minggu, 19 Februari 2012

KUCINTAIMU KARENA-NYA


Kukenali kau bersama heningnya malam
kala itu sepertiga malam terakhir
saat mataku terpejam, kau menemani
saat mataku terbuka, kau hadir dengan kelembutanmu
kaulah pujaan hatiku...
kita saling mengisi
hingga terucap satu janji
sungguh, aku mencintaimu karena-Nya
karena kepatuhanmu pada-Nya
meski kadang terhalang kabut hitam
namun kau dan aku saling berpegang tangan
Kekasihku...
Aku mencintaimu karena-Nya
semoga rahmat Allah senantiasa
menemani langkah kita
menuju satu titik kebahagiaan